Ketika perasaan tak berbalas, tidak resiprokal, berada di dimensi kesementaraan yang tidak mutual, apakah kita pantas untuk mengeluh atas dasar kesakitan dan ketidakadilan? Bahwa dunia ini selalu terbagi atas sakit dan senang dan ketika derita datang, kita selalu menuntut untuk pemenuhan kesenangan? Ataukah ini memang kenyataan? Yang tidak bisa dipaksakan? Hanya sebuah perjalanan menuju harta sakral yang lama terpendam. Kesabaran. Submisi. Total Surrender. Islam.
questionstoallanswers asked: Hi Elena ! thanks for following me ;)
My pleasure :) Are you living in Korea?
Glad to follow your tumblr ;)
(Source: appleday)
| Dia: | Kamu gk malu bawa belanjaan tapi gk pake kantong plastik? |
| Saya: | Kenapa kok malu? Kan masih bisa digenggam. |
| Dia: | Tapi malu kan keliatan sm orang. |
| Saya: | Ya kenapa malu kalo gitu, lebih malu lagi kalo kita gk sayang sama bumi :) |
(Source: kirstenconnur)
(Source: mysecretrecipebook)
yet.
but, beautiful destination still wanting me.
They just said to me, come with me and we’ll burst the day and so on.
chase your dream, in this pretty huge life.
Beautiful destination, you’re such a great present for me.
Then, i’ll chase you.






